Feeds RSS

Senin, 03 Desember 2012

Classis Reptilia


CLASSIS REPTILIA
Ciri dan Karekteristik Reptilia
a) Tubuh dibungkus oleh kulit kering yang menanduk,biasanya dengan sisik.
b)  mempunyai dua pasang tungkai, yang masing-masing dengan lima jari yang bercakar.
c)  Berdarah dingin karena suhu tubuhnya berubah-rubah sesuai dengan suhu lingkungan. d)Skeletonnya mengalami penulangan secara sempurna, persendian antara tulang atlas dengan kepala melalui satu bongkol sendi. Jantung terdiri atas 4 ruang (2 atrium dan 2 ventrikel ). Merupakan hewan poikilotermis, Fertilisasi internal, biasanya mempunyai alat kopulasi : telur besar dengan banyak yolk, berselaput kulit lunak atau bercangkok tipis

Klasifikasi Reptilia :
reptilia dibagi menjadi 4 ordo
1) Ordo Testudinata
- bentuk tubuh seperti kotak yang  dinamakan theca.
- theca dibedakan atas 2 bagian yaitu carapax (bagian dorsal) dan plastron bagian ventral.
- mempunyai struktur yang berat
-mempunyai cangkang yang keras
- Ordo testudinata dibagi atas 2 subordo berdasarkan atas cara melipatnya leher pada waktu hewan menyembunyikan kepalanya yaitu :
a) subordo Cryptodira
- meliputi kura-kura yang cara melipat lehernya sebagai huruf “S” pada bidang vertikal.
b) subordo Pleurodira
- meliputi kura-kura yang cara melipat lehernya ke samping pada bidang horizonta
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a6/Haeckel_Chelonia.jpg/220px-Haeckel_Chelonia.jpg
                               Klasifikasi :
                                Domain       : Eukariyota
                                Kingdom     : Animalia
                                Phylum       : Chordata
                                Subphylum : Vertebrata
                                Superclass  : Tetrapoda
                                Class           : Reptilia
                                Subclass     : Anapsida
                                Ordo            : Testudinata
                                Family         : Chelonidae
                                Genus         : Chelonia
                                Species       : Chelonia mydas

2) Ordo Rhynchocephalia
            - tengkoraknya bersifat diapsid (mempunyai dua cekungan didaerah temporal )
            - tulang-tulang gostralia (tulang-tulang perut) berkembang dengan baik.
            - celah kloaka melintang
            - di atap kepala terdapat mata parietal dengan lensa dan retina
            - mempunyai 1 family yaitu Sphenodobtidae


Klasifikasi :
                                   Domain      : Eukariyota
                                   Kingdom    : Animalia
                                   Phylum      : Chordata
                                   Subphylum : Vertebrata
                                   Superclass : Tetrapoda
                                   Class          : Reptilia
                                   Ordo         : Rhynchocephalia
                                   Family      : Sphenodontidae
                                   Genus      :Spenodon
                                  Species    : Sphenodon punctatus
                          
3) Ordo Squamata
            - tubuhnya tertutup oleh sisik-sisik
            atau perisai dari bahan tanduk.
            sisik-sisiknya ada yang halus dan kasar
            - ordo ini dapat dibedakan atas 2 subordo :
            a) Sauria
            - tubuh dapat dibedakan atas kepala, badan, tungkai, ekor
            - mempunyai gelang bahu & panggul
           
b) Subordo Ophidia (Serpentes)
            - sisik pada sisi ventral umumnya lebih besar dan tersusun dalam satu deret
            - kelopak mata tidak dapat bergerak dan membentuk suatu tutup yang terang terus
            - tidak terdapat tungkai dan lubang telinga
            -  subordo ini tertutup oleh sisik-sisik dan perisai
           

                                             Klasifikasi :
                                               Domain     : Eukariyota
                                               Kingdom   : Animalia
                                               Phylum     : Chordata
                                               Subphylum: Vertebrata
                                               Superclass : Tetrapoda
                                               Class        : Reptilia
                                               Ordo         : Squamata
                                               Subordo   : Serpentes
                                               Family      : Colobridae
                                               Genus      : Ahaetulla
                                               Species : Ahaetulla sp.

4) Ordo Crocodilia
- meliputi hewan reptil yangbesar dan kuat
- panjangnya dapat mencapai sembilan meter
- kulit tebal, liat dan mengandung kepingan-kepingan dari bahan tulang tersusun                           dalam deretan-deretan
- kepala kuat dan keras
- dilengkapin gigi-gigi tajam dan kuat
- ekor panjang, besar, dan kuat, makin keujung makin bilateral
- kaki berjari lima, tidak berselaput.

Ordo Crocodilia mencakup tiga familia :
            - familia Gavialidae
            - familia Crocodilidae
            - familia Alligatoridae

                                    Klasifikasi :
                                     Domain    : Eukariyota
                                     Kingdom  : Animalia
                                     Phylum    : Chordata
                                     subphylum : vertebrata
                                     Superclass : Tetrapoda
                                     Class       : Reptilia
                                     Ordo       : Crocodilia
                                     Family     : Crocodilidae
                                     Genus     : Crocodilus
                             Species : Crocodilus porosus                   

Aves


PINGUIN

Ciri-ciri
1. Burung air tak dapat terbang.
2. bulu- bulu kecil seperti sisik menutupi seluruh tubuh.
3. sayap berbentuk seperti dayung , berguna untuk “terbang” di dalam air.
4. kaki berjari-jari empat menghadap ke depan dan berselaput.
5. tulang-tulang berbentuk pipih.
6. di bawah kulit terdapat lapisan lemak.


Spesies dan habitat
Di seluruh dunia terdapat 17 hingga 19 spesies penguin, tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung juga sebagai spesies. Walaupun seluruh jenis penguin awalnya berasal dari belahan bumi selatan, namun penguin tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau di Antartika saja. Terdapat tiga spesies penguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu spesies hidup di Kepulauan Galapagos (Penguin Galapagos) dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.

Ukuran
Spesies penguin terbesar adalah Penguin Emperor (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,1 meter dan berat 35 kilogram atau lebih.
Spesies penguin terkecil adalah Penguin Peri (Eudyptula Minor) dengan tinggi sekitar 40 cm dan berat satu kg. Secara umum, penguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuhnya sehingga dapat bertahan di daerah dingin, sementara penguin yang berukuran lebih kecil biasanya ditemukan di daerah yang lebih hangat bahkan daerah tropis.
Makanan
Umumnya penguin memakan krill (sejenis kerang), ikan, cumi-cumi dan hewan air lainnya yang tertangkap ketika berenang di laut. Penguin dapat meminum air laut karena kelenjar supraorbital pada tubuhnya menyaring kelebihan garam laut dari aliran darah. Garam ini lalu dikeluarkan dalam bentuk cairan lewat saluran pernafasan penguin.
Tingkah laku penguin
Penguin terlihat tidak takut dengan kehadiran manusia. Mereka akan mendekat pada kelompok peneliti yang sedang mempelajari mereka.
Namun satu bentuk pertengkaran besar antar penguin akan terjadi jika seekor ibu penguin kehilangan anaknya (karena tidak bisa bertahan dalam badai besar atau dimakan oleh hewan pemangsa). Jika seekor anak hilang, maka ibu penguin akan "mencuri" seekor anak penguin dari ibu penguin yang lain. Tingkah laku ini menarik perhatian ilmuwan. Menariknya, penguin-penguin betina lain dalam kelompok penguin tersebut tidak menyukai "pencurian" ini dan akan menolong dan "membela" ibu penguin yang anaknya dicuri.
Bentuk tubuh
Tubuh penguin sangat sesuai untuk berenang dan hidup di air. Sayapnya merupakan pendayung dan tidak mampu untuk terbang. Di daratan penguin menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan.
Setiap penguin memiliki warna putih di sebelah dalam tubuhnya dan warna gelap (biasanya hitam) di sebelah luar tubuh. Hal ini berguna untuk kamuflase. Hewan pemangsa seperti singa laut dari dalam air akan sulit untuk melihat penguin karena perutnya yang berwarna putih bercampur dengan pantulan permukaan air laut. Sedangkan permukaan gelap pada punggungnya juga menyamarkan penguin dari pandangan hewan pemangsa di atas air.
Kemampuan berenang dan menyelam
Penguin mampu berenang dengan kecepatan 6 hingga 12 km/jam bahkan pernah tercatat hingga 27km/jam. Penguin yang berukuran kecil biasanya menyelam selama satu hingga dua menit dari permukaan air untuk menangkap makanan. Penguin yang berukuran lebih besar, yaitu penguin emperor bisa menyelam lebih dalam hingga 565 meter selama 20 menit.
Berjalan dan meluncur
Untuk menghemat energi, kadang-kadang penguin berjalan dengan kaki pendeknya atau meluncur di salju dengan perutnya.


Kemampuan penginderaan
Penguin memiliki pendengaran yang amat baik. Jika berada di daratan, penguin amat mengandalkan pendengarannya. Mata penguin beradaptasi untuk penglihatan bawah air dalam mencari makanan dan menghindar dari pemangsa. Kemampuan daya penciuman penguin hingga saat ini masih belum banyak diketahui dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Jenis kelamin
Untuk melihat jenis kelamin penguin sangat sulit, karena penguin tidak memiliki kelamin eksternal. Akibatnya untuk membedakan jenis kelamin penguin, manusia harus memakai teknik pemeriksaan kromosom/DNA.
Galeri foto
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/22/Magellanic-penguin02.jpg/79px-Magellanic-penguin02.jpg
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/be/Pygoscelis_papua.jpg/88px-Pygoscelis_papua.jpg

Jenis-jenis penguin



Ikon
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8f/Penguin_toy.jpg/100px-Penguin_toy.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Boneka penguin.
Banyak terdapat pula penggunaan penguin sebagai ikon, maskot dan juga figur dalam film dan mainan. Salah satu di antaranya adalah Tux Si Penguin yang merupakan maskot orisinil untuk sistem operasi Linux. Dalam film dan komik Batman terdapat tokoh antagonis yang digambarkan mirip seekor penguin. Contoh situs yang menggunakan logo penguin ini adalah Situs jaringan komputer

Amphibi Lanjutan


Amfibi berasal dari bahasa yunani yaitu Amphi: artinya rangkap, Bios:artinya hidup, istilah ini menyatakan bahea sebagian anggota ini  hidup sebagian pada perairan air tawar dan sebagian lagi pada daratan. Pada strktur dan fungsinya, amfibia berada diantara pisces dan reptilia. Amfibia merupakan kelompok chordata yang hidup pertama kali di daratan. Beberapa sifat baru yang beradaptasi dengan kehidupan di daratan  antara lain paru-paru, kaki , lubang hidung yan berhubungsn dengsn rongga mulut dan organ indera yang dapat berfungsi di dalam air dan udara. Jadi amfibia artinya 3 macam bentuk kehidupan yang memerlukan 3 macam habitat, yaitu perairan taear dan daratan tetapi tidak semuanya demikian.
Beberapa contoh penyimpagan antara lain:
1.       Necthophynoides vivipara, fertilisasi internal, telur berkembang menjadi larva, menjadi kdtak kecil di dalam oviduk, jadi sifatnya ovovivipar
2.       Sminthilus lmbatus, satu butir telur besar diletakan di darat dan menetas menjadi katak kecil
3.       Pipa. Telur-telur menetas menjadi katak kecil
4.       Beberapa jenis salamander melahirkan anak
5.       Beberapa anggota Plethodontodae, seuur hidup tetap sebagai larva, tida pernah menjadi dewasa
ASAL USUL AMPHIBIA
Hal-hal yang berkaitan dengan aal usul amphibia ini diuraikan dalam 3 bagin yakni:
1.       Kapan hewn vertebrata darat yang pertana muncul di permukaaan bumi
2.       Siapa moyang amfibi
3.       Mengapa dan bagaiman terjadinya proses peralihan kehidupan
Kapan hewan vertebrata darat yang pertana muncul di permukaaan bumi?
Untuk melihat kesinambungan peralihan ikan ke amfibi diperlukan adanya ciri spesifik yang perlu digunakan untuk membagi kelompok itu. Tungkai yang bertipe cheiropterygium merupakan ciri kunci yang sangat tepat. Tungkai merupakan sesuatu yang typical bagi ke empat kelas dari vertebrata yang disebut tetrapoda atau quadrapoda. Dengan ditemukannya tipe skleton ini pada endapan karbon, menandakan bahwa tetrapoda sudah berkembang sejak jaman awal mula. Suatu fosil cetakan fosil pertama ditemukan pada tahun 1833, pada lapisan batuan jaman trias bawah. Kemudian catakan- cetakan kaki seperti itu ditemukan pada lapisan sebelum atau seudah lapisan trias bawah. Temuan yang paling dianggap paling penting adalah  endapan devon atas, yang kemudian dikenal dengan Tinopus antiqus, yang sekaligus merupakan bukti keberadaannya di muka bumi.            
Siapa moyang amfibi
Bahwa moyang amfibi adalah ikan tampaknya adalah suatu kesepakatan. Tapi perlu diketahui bahwa ikan ada yang hidup di air twar dan ada yang hidup di air laut(asin). Di tambah lagi bahwa sisa-sisa amfibi ada yang ditemukan di air laut. Hal-hal seperti itu cukup membingungkan. Tetapi dengan ditemukannya penemuan bahwa sisa-sisa dari fosil amfibi yang kebanyakan berasal dari perairan tawar, maka pilihan dijatuhkan pada ikan air tawar yang hidup pada jaman devon yaitu : Chondricthyes, Condrostei, Dipnoi,  Crassopterygii. Sehingga sisa-sisa fosil dari air lut dianggap terbawa air ke laut.
Mengapa dan bagaimana terjadinya proses peralihan kehidupan?
Dinyatakan bahwa moyang amfibi yang sering naik ke darat mengalami perubahan morfologi. Apa yang mendorong hewan-hewan itu keluar dari air? Padahal makanan di darat tidak lebih banyak. Sebagai hewan amfibi yang besar , moyang amfibi itu tidak memiliki musuh dn pesaing di dalam air. Apabila karena pelru bernafas di udara meraka hanya perlu menyembul ke permukaan air seperti halnya ikan.
Kajian geologis menyatakan bahwa moyang amfibi pada jaman devon tinggal di perairan yang dangkal yang secara periodik mengalami kekeringan karena terjadinya penimbunan bahan-bahan sisa organik. Menghadapi kondisi ini ikan-ikan mula-mula menelan udara dan kemudian berapaskannya dan terbentuklah paru-paru. Terapi ini tidak berarti bahwa perkembangan amfibi itu adalah hasil coba-coba bermigrasi ke darat, melainkan karena perubahan kualitas air.

Anggota amphibia tidak memiliki struktur yang khas yang dapat digunakan bahwa semua ciri itu dapat digunakan oleh semua jenis amphibi dan hanya oleh amfibi saja
Klasifikasi amphibia:
1.       Super ordo temnospondyli
Anggota kelompok ini tersebar luas pada akhir palaeozoik. Pada bentuk awal bersifat akuatik, pda bentuk akhir terrestrial. Namun kemudian pada akhir jaman perm dan trias kemdali ke air, bahkan ada yang kembali ke air aut. Anggota-anggota ii punah pada khir trias. Super ord ini mencakup 4 ordo:
A.      Ordo Ichthyostegalia
Mencakup amfibi primitive. Salah satu contohnya adalah Ichtyostegea yang merupakan hewan yang cukup besar dengan panjang tengkorak 150 mm atau lebih. Cirri-cirinya terlatak antara ia dan tetrapoda. Tungkai pendek, pentadactyla, denga ekor yang menyerupai ekor ikan paru-paru maju, yaitu dengan sirip ekor, yang disokong oleh jari –jari sirip. Moncong pendek. Bulat, atau tengkorak bagian belakang panjang. Kedua cirri in menempatkannya dintara Crassopterygii dan amfibi maju. Masih tetap mempunyai linea lateralis. Condylus oocipitalis sebuah seperti ikan. Choana terletak pada sisi lateral, bersifat aquatic dan dapat juga merangkak di daratan. Ordo in juga mencakubeberaa jenis amphibi pada jaman karbon. Beberapa diantaranya tetap mempertahankan adanya perisai seperti ikan, yang berupa sisik- sisik tulang  pada sisi ventral, dorsal dan lateral tubuh. Meskipun masih menunjukan ciri-ciri primitive, namun jelas bahwa mereka adalah cabang-cabang dari evolusi amphibi.

B.      Ordo Rachitomi
Fosil-fosilnya banyak dijumpai pada zaman karbon dan perm.  Hamper seluruh amphibi yang hidup pada zaman perm termasuk ordo ini. Kelompok yang primitive hidup aquatic sedangkan yang  maju hidup di darat.
Setiap arkus neuralis memiliki sentrum yang berupa bangunan seperti baji yang saling interblocking. Keadaan ini meru[akan tipe vertebrata yang rachitomus. Condylus oocipitalis tunggal,2 ata 3. Anggota rchitomi merupakan bentuk perkembangan puncak dari temnospondyla pda jaman perm. Banyak diantaranya yang memiliki tungkai yang kuat, sehingga sangat sesuai dengan kehiduan di darat. Beberapa anggota berukuran besar, misalnya eryops yang hidup pada jaman perm bawah dapat mencapi ukuran panjang 150 cm.
C.      Ordo Trematosouria
Meruapakan kelompok yang paling spektakuler yng mungkin berasal dari perkembangan rachitoma akhir. Diketahui berasal dari jaman trias. Tengkorak berbentuk piramida sempit, kadang-kadang dengan moncong yang memanjang. Ada petunjuk ang menyatakan bahea kelompok ini memiliki linealateralis. Condylus occipitalis rangkap. Bentuk tubuh mungki memanjang, langsing dengan tungkai yang lemah. Vertebra bertipe rachistomus, tetapi pleurocentrumnya mereduksi sehingga tertinggal berupa cartilago. Tampaknya hidup aquatik dan pemakan ikan. Hal ini dapat dilihat sari gigi yang runcing dan tajam. Diuga mereka ke laut untuk mencari makan dan ke darat untuk berkembang biak. Ada petunjuk bahwa pada awal mesozoik, ikan-ikan actinpterygia mulai bergerak dari air tawar ke air laut, dan Trematosouria juga melakukan hal yang sama sebagai langkah percobaan, namun gagal dan punah pada akhir zaman trias.

D.      Ordo streaspondyli
Merupakan ordo terakhir dan mengalami deregenerasi dalam perkembangannya seigga kembali ke air. Tubuh pipih dan tungkai sangat kecil sehingga terlalu lemah untuk mendukung tubuhnya di darat. Pada tengkorak terdapat terdapat canalis yang merupakan bekas linea lateralis. Condylus occipitalis ragkap. Pleurocentrum mereduksi, jarang yang terosifikasi, sering sekali hilang sama sekali. Hypocentrum berkembang dengan baik, kadang-kadang membentuk discus yang lengkapmengelilingi chorda dorsalis. Kelompok ini berevlusi dari rchitoma pada jaman perm.
Garis pemisah antar rachitoma dengan stereospondil tidak merupakan batas yang tegas. Diantara mereka terdapat kelompok neorhachitoma yang merupakn kelanjutan dari rachitoma tetapi bukan merupakan pendahulu dari stereospondil.
 Neorchachitomadicirikan dengan kenampakan yang berkaitan denga arah kehidupan yang kembali ke air. Tengkorak pipih ditandai dengan adanya telur yang merupakan bekas linea lateralis. Tungkai kecil sedikit mengalami penulangan, gelang bahu sangat melebar dam memipih. Neorachitoma hidup pada akhir jaman perm dan trias. Salah satu conth dari neorachitoma adalah Mastodonsauria yng nerupakan amphibi terbesar dengan panjang tengkorak lebih dari 90 cm.

2.       Subordo lepospondyli
Mencakup amfibi-amfibi kecil yang tersebar dalm kolam-kolam pada jamna karbon. Memiliki centrum vertebrae yang berbentuk slinder dan menelilingi chorda dorsalis. Banyak diantaranya yang kehilangan tungkainya sehingga wujudnya berubah menjadi seperti sidat. Hidup pada jaman paleozoid dan dibagi ats 3 ordo yakni:  aistopoda, nectridia, microsauria.

A.      Ordo aistopoda
Mencakup sejumlah kecil amfibi dan memiliki ciri-ciri tubuh memanjang tanpa tungkai. Beberapa diantaranya menyerupai ular, dengan julah vertebra lebih dari 100 buah.

B.      Ordo nectridia
Mengingat bayaknya persamaan antara ordo aistopoda dan nectridia, maka masih agak ragu apakah dipisahkan menjadi 2 ordo atau tidak. Anggota-anggota nectridia bervariasi namun semuanya memiliki arcus neuralis dan arcus hermalis pada vertebra caudalis. Yang meluas membentuk lapisan berbentuk kipas. Tubuh pipih , tungkai mereduksi, dan kepala berbentuk aneh seolah-olah bertanduk. Diduga hidup di dasar perairan dan bergerak dengan indulasi.

C.      Ordo Microsauria
Mencakup amfibi kecil yang selintas bentuknya mirip salamander lebih maju daripada lepospondil. Struktur tubuh dapat menyeruapai aistopoda dan netridia dalam hal tidak adanya tungkai, tetapi kebanyakan lebih menyerupai tetrapoda normal.hidup bersama anggta aistopoda dan nectridia oada jaman karbon dan punah pada jaman perm. Salah satu contohnya adalah Lyxorophus.

SUBCLASSIS ACTINOPTERYGII


CIRI-CIRI SUBCLASSIS ACTINOPTERYGII
1. Sirip yang berpasangan, tidak memiliki pangkal yang menonjol di tubuh, sehingga lembar sirip yang ada di luar tubuh hanya disokong oleh jari-jari sirip
2. Sisik-sisik umumnya tilakoid/ganoid,
3. Ekor bertipe homocercal/bicercal,
4. Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Sebuah bintik hitam (kadang-kadang tak jelas kelihatan) terdapat di ujung belakang tutup insang.Sisi belakang tutup insang bergerigi tajam seperti duri.


Actinopterygii mencakup banyak ikan yang dikenal awam sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias/peliharaan. Secara evolusi, kelompok ini merupakan pengembangan lebih lanjut yang paling adaptif pada keadaan bumi pada masa kini. Sebagian besar jenis-jenis ikan yang hidup di masa sekarang merupakan anggota kelompok ini. Betok umumnya ditemukan di rawa-rawa, sawah, sungai kecil dan parit-parit, juga pada kolam-kolam yang mendapatkan air banjir atau berhubungan dengan saluran air terbuka.

KLASIFIKASI:
 Kelas Actinopterygii merupakan klasifikasi yang berasal dari kingdom Animalia, filum Chordata, super-class Osteichthyes dan juga termasuk sub-kelas dari ikan bertulang.  Dari segi statistik, actinopterygians adalah kelas dominan vertebrata, yang terdiri dari hampir 95% dari 25.000 spesies ikan. Mereka di mana-mana di seluruh sungai maupun lautan dari hilir ke hulu. Ukurannya pun beragam dari yang terkecil Paedocypris, pada 8 milimeter (0,31 tahun), dan Sunfish di Samudera besar, dengan bobot 2.300 kilogram , dan Oarfish yang berbadan panjang, paling tidak 11 meter (36 kaki).
Ikan ini memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil. Betok jarang dipelihara orang, dan lebih sering ditangkap sebagai ikan liar.
Dalam keadaan normal, sebagaimana ikan umumnya, betok bernafas dalam air dengan insang. Akan tetapi seperti ikan gabus dan lele, betok juga memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Ikan ini memiliki organ labirin (labyrinth organ) di kepalanya, yang memungkinkan hal itu. Alat ini sangat berguna manakala ikan mengalami kekeringan dan harus berpindah ke tempat lain yang masih berair. Betok mampu merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan tutup insang yang dapat dimekarkan, dan berlaku sebagai semacam ‘kaki depan’. Namun tentu saja ikan ini tidak dapat terlalu lama bertahan di daratan, dan harus mendapatkan air dalam beberapa jam atau ia akan mati.
Ikan ini menyebar luas, mulai dari India, Tiongkok hingga Asia Tenggara dan Kepulauan Nusantara di sebelah barat Garis Wallace.Cara mendapatkan ikan ini pada kebanyakan daerah dengan dipancing berumpan cacing, akan tetapi ada juga dengan menggunakan jangkrik, cilung (ulat bambu). Di Kalimantan Tengah dan Banjarmasin, penduduk setempat mempuna ycara tersendiri, yakni dengan mencampur telur semut (kroto) dengan getah karet dan dimasak dengan cara dikukus. Selain untuk ikan betok, umpan ini juga dapat sebagai umpan ikan seluang. kan yang umumnya berukuran kecil, panjang hingga sekitar 25 cm, namun kebanyakan lebih kecil. Berkepala besar dan bersisik keras kaku.

Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Sebuah bintik hitam (kadang-kadang tak jelas kelihatan) terdapat di ujung belakang tutup insang. Sisi belakang tutup insang bergerigi tajam seperti duri.

Berikut merupakan klasifikasi kelas dari Actinopterygii :
-  Ordo Acipenseriformes, contoh: Acipencer oxyrhynchus
-  Ordo Amiiformes, contoh: Amia calva
-  Ordo Lepidossteiformes, contoh: Lepidosteus ossens
-  Ordo Clupeiformes, contoh: Clupea harengus
-  Ordo Scopeliformes, contoh: Harpodon nehereu
-  Ordo cypriniformes
-  Ordo Anguilliformes, contoh: Anguilla bicalor (ikan sidat)
-  Ordo Beloniformes, contoh: Exocoetus pecilopterus (ikan terbang)
-  Ordo Syngnathiformes, contoh: Hippocampus kuda (kuda laut)
-  Ordo Oppiocephaliformes, contoh: Ophiocephalus striatus (ikan gabus)
­-  Ordo Synbranchiformes, contoh: Monopterus albus (belut)
-  Ordo Perciformes, contoh: Perca flavesceus
-  Ordo Pleuronectiformes, contoh: Hippoglossoides platessoides
-  Ordo Echeneiformes, contoh: Echeneis nanocrates
-  Ordo Tetraodontiformes, contoh: Tetrodon sp.